ty

Sunday, July 14, 2013

Tiga Kategori Kesabaran


    Di dunia ini seorang hamba selalu membutuhkan kesabaran dalam seluruh keadaannya. Bersabar merupakan kewajiban hamba berdasarkan al-Kitab, as-Sunnah dan Ijma'.
Allah  berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran/3:200)
Al-Hasan al-Bashri berkata, "Mereka diperintahkan agar bersabar di atas agama mereka yang telah Allah ridhai untuk mereka, yaitu agama Islam. Jangan sampai mereka meninggalkannya dengan sebab senang atau susah, sengsara atau sejahtera, sehingga mereka bisa mati dalam keadaan sebagai orang-orang Islam. Dan agar mereka menambah kesabaran menghadapi musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka." (Tafsir Ibnu Katsir, surat Ali 'lmran/3: 200)
Syaikh Salim bin 'led al-Hilali berkata, "Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar teguh di atas ketaatan kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan, ridha terhadap qadha' dan takdir-Nya, dan mengalahkan musuh dengan kesabaran. Jangan sampai musuh lebih sabar dan lebih tahan daripada orang-orang yang beriman. Allah عزّوجلّ juga memerintahkan bersiap siaga di perbatasan negeri untuk menjaga daerah Islam dan menolak penyerangan orang-orang kafir". (Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhus Shalihin 1/78)
KEDUDUKAN KESABARAN
 Kesabaran memiliki kedudukan yang sangat agung dalam agama ini. Allah telah menyebutkan tentang kesabaran dalam al-Qur'an sebanyak 90 kali, dan menyebutkan berbagai kebaikan dan derajat yang tinggi sebagai buah dari kesabaran.
Allah berfirman :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُواْ
“Dan telah sempurnalah perkataan Rabbmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.” (QS. al-A'raf/7:137)
Allah berfirman :
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan, dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. az-Zumar/39:10)
Semua bentuk ibadah memiliki pahala yang ditentukan, kecuali kesabaran, pahalanya tanpa batas.
Allah juga menyediakan kumpulan keutamaan bagi orang-orang yang bersabar, Allah tidak kumpulkan keutamaan-keutamaan itu bagi selain mereka. Allah  berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ. أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” 
 (QS. al-Baqarah/2:155-157)         
Dan ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang keutamaan kesabaran.
MAKNA DAN MACAM KESABARAN
 Syaikh Salim bin 'led al-Hilali berkata, "Sabar adalah menahan jiwa agar senantiasa taat kepada Allah dengan menjaga ketaatan terus menerus, memperhatikannya dengan cara ikhlas, memperbaiki ketaatan dengan ilmu, dan mencegah jiwa dari perbuatan maksiat, dan menguatkan jiwa agar senantiasa tegar dalam menghadapi gempuran syahwat dan melawan hawa nafsu, serta ridha terhadap qadha' dan takdir-Nya, tanpa ada keluh kesah." (Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhus Shalihin 1/78)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata, "Sabar adalah menahan jiwa agar senantiasa taat kepada Allah, menahannya dari berbuat maksiat, dan menahan jiwa dari rasa tidak ridha terhadap takdir-Nya, sehingga seseorang bisa menahan jiwanya dari menampakkan rasa jengkel, jemu, dan bosan." (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hlm. 24)
Beliau juga mengatakan, "Sabar ada tiga bagian:
1.    Sabar di atas ketaatan kepada Allah.
2.    Sabar dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah.
3.    Sabar di atas takdir-takdir Allah yang Dia lakukan, mungkin dalam perkara yang tidak ada usaha pada hamba, atau mungkin dalam perkara yang Allah lakukan lewat tangan-tangan sebagian hamba-Nya yang berupa gangguan dan perbuatan melewati batas." (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, hlm. 25)
SABAR MELAKSANAKAN KETAATAN
Banyak ayat al-Qur'an yang memerintahkan untuk bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Inilah di antara ayat-ayat tersebut:
Allah berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنزِيلاً. فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِماً أَوْ كَفُوراً
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.” (QS. al-Insan/76: 23-24) 
Allah berfirman :
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً
“Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduauya, maka ibadahilah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)...?” (QS. Maryam/19:65)
Allah juga berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezeki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha/20:132)
Nabi Muhammad .s.a.w. bersabda :
حُفَّتْ الْـجَنَّةُ بِالْـمَكَارِهِ وَ حُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai (oleh hawa nafsu manusia), sedangkan neraka dikelilingi oleh perkara-perkara yang disukai.” (HR. Muslim)
Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi mengatakan, "Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam melakukan ketatan-ketaatan, karena tabiat jiwa manusia berpaling dari peribadahan. Kemudian di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab malas, seperti shalat. Dan di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab bakhil, seperti zakat. Dan di antara ibadah-ibadah ada yang tidak disukai dengan sebab keduanya (jiwa dan harta) seperti haji dan jihad. Seorang yang mencari ridha Allah membutuhkan kesabaran melakukan ketatan-ketaatan di dalam tiga keadaan :
1.    Keadaan sebelum ibadah, yaitu meluruskan niat, ikhlas, dan kesabaran dari noda-noda riya'.
2.    Keadaan pada dzat (saat) ibadah, yaitu dia tidak lalai dari mengingat Allah  pada saat beribadah, dan tidak bermalas-malasan dalam melakukan adab-adab dan sunah-sunahnya, kemudian dia menyertakan kesabaran sampai selesai dari amalan.
3.    Keadaan setelah selesai dari amalan. Yaitu bersabar ( menahan diri ) dari menyebarkannya (amalan yang sudah dilakukannya) dan menampakkannya dengan tujuan riya' dan sum'ah dan ( menahan diri ) dari seluruh yang bisa membatalkan amal. Barangsiapa setelah bersadaqah tidak bersabar ( tidak bisa menahan diri ) dari menyebut-nyebut dan menyakiti ( orang yang diberi ) berarti dia telah membatalkan sadaqahnya". (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm: 345, karya Imam Ibnu Qudamah, ta'liq dan takhrij: Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari)
SABAR MENINGGALKAN MAKSIAT
 Imam Ibnul Qayyim  berkata, "Asal dari seluruh fitnah ( kesesatan ) itu hanya dengan sebab: lebih mendahulukan ( lebih mengutamakan ) fikiran daripada syara' ( agama ) dan mendahulukan hawa-nafsu daripada akal.
Yang pertama adalah asal ( sumber ) fitnah syubhat, yang kedua adalah asal fitnah syahwat. Fitnah syubhat ditolak dengan keyakinan, adapun fitnah syahwat ditolak dengan kesabaran. Oleh karena itu,Allah menjadikan kepemimpinan agama tergantung dengan dua perkara ini. Allah  berfirman :
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. as-Sajdah/32:24)
Ini menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan keyakinan, seseorang dapat meraih kepemimpinan dalam agama. Allah juga menggabungkan dua hal itu di dalam firman- Nya :
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Dan mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-Ashr/103:3)
Maka mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran yang menolak syubhat-syubhat, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran yang menghentikan syahwat-syahwat.
Allah  juga menggabungkan antara keduanya di dalam firman-Nya :
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُوْلِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” (QS. Shad/38:45)
Maka dengan kesempurnaan akal dan kesabaran, fitnah syahwat akan ditolak. Dan dengan kesempurnaan ilmu dan keyakinan, fitnah syubhat akan ditolak. Wallahul Musta'an. ( Mawaridul Aman, hal. 414-415)
SABAR MENGHADAPI MUSIBAH
Allah telah memberitakan bahwa Dia pasti akan menguji para hamba-Nya dengan berbagai musibah, maka kewajiban hamba adalah bersabar menghadapinya. Allah  berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ. أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘lnna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ ( Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali ). Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Baqarah/2:155-157)
 Allah  juga memberitakan bahwa di antara sifat orang-orang yang bertakwa adalah :
وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَـئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah/2: 177)
Rasulullah .s.a.w. telah memberitakan tentang keadaan orang mukmin yang mengherankan, yaitu karena semua urusannya baik baginya.
عن صهيبٍ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عَجَبًا لِأَمْرِ الْـمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْـمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًالَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَنَ خَيْرًالَهُ
Dan Shuhaib, dia berkata: Rasulullah .s.a.w. bersabda: "Mengherankan urusan seorang Mukmin. Sesungguhnya semua urusan orang Mukmin itu baik, dan itu tidaklah ada kecuali bagi orang mukmin. Jika kesenangan mengenainya, dia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan jika kesusahan mengenainya, dia bersabar, maka sabar itu baik baginya. " ( HR. Muslim, )
Setelah kita mengetahui ini semua, maka marilah kita bersabar dan menguatkan kesabaran sehingga Allah akan memberikan balasan yang sangat banyak. Hanya Allah tempat Memohon Pertolongan. 
 Al-hamdulillahi Robbil 'Alamin.................

No comments :

Post a Comment

Artikel Terkait